Cerita ini aku awali ketika aku duduk di kelas 1 SMP. Waktu itu aku baru aja diterima di SMP 1 di kotaku. Awalnya aku mang agak kaku tapi lama-lama banyak juga teman aku. Ada satu teman ku yang sampai sekarang jadi sahabatku. Namanya Edi, dia anaknya tentara. Dia juga yang pertama kali ngajarin aku goda cewek. Tapi dasar aku emang masih anak-anak jadinya aku terkadang takut sendiri. Apalagi yang digodain itu kakak kelasku. Setiap istirahat atau pulang sekolah waktu piket Edi selalu ngajakin aku goda anak kelas 2 kebetulan kelasku kelas I C ada di sebelah barat di sebelahnya kelas I D. Seperti biasa Edi godain panggil ja namanya Nur. Edi anaknya mang bandel tak tanggung-tanggung dia pegang Maaf "pantat" Nur. Aku yang dari dulu takut ma cewek hanya bisa melihat saja. Hal itu berulang kali hampir setiap hari.
Suatu hari aku yang sedang istirahat sengaja menghindar dari Edi. Kebetulan aku belum kelar ngerjain tugas jadi kutolak ajakan Edi. Aku yang saat itu sedang males ke kantin hanya duduk sambil ngerjain tugasku. Tapi karena di depan kelasku banyak anak yang nongkrong rame jadinya aku gak bisa konsentrasi. Akhirnya selesai juga tugasku. Istirahat masih tersisa sekitar 10 menit, aku pun bergegas keluar dari kelas. Di depan kelas gak ada temen sekelasku, yang ada hanya cewek-cewek dari kelas I B ma temen cowoknya yang sedang bergurau. Tiba-tiba aku memperhatikan seorang cowok yang sedang bergurau ma temennya tapi sepertinya gurauan itu terlalu buat aku. Si cowok tu pura-pura jatuh dan mencium salah satu cewek yang duduk di teras depan kelasku itu. Mataku pun tertuju pada cewek tersebut. Karena dianggap tu gak sengaja dia pun hanya diam dan tersenyum. Aku pun lantas menatapnya, sampai akhirnya ada temenku yang mengagetkan aku. Rupanya itu Edi yang datang senyum-senyum. Akhirnya aku dan Edi ngobrol sejenak hingga bel berbunyi tanda waktu istirahat telah habis. Entah mengapa pada waktu pelajaran aku gak konsentrasi sama sekali. Aku teringat terus wajah cewek tadi. Tak terasa bel berbunyi tanda sudah waktunya pulang. Akupun bergegas merapikan bukuku dan memasukkannya kedalam tasku.
Seperti biasa aku pulang ma Edi sambil berjalan pulang aku pun ngobrol dan bercerita tentang kejadian waktu istirahat tadi. aku bertanya ma Edi tentang cewek tadi. Edi pun ngasih tau aku namanya Mita. Dia adalah cewek idola di sekolah. Memang wajar kalau dia jadi idola, parasnya yang cantik, tinggi, body yang ramping, kulit putih dan rambut sebahu. Pantas aja cowok-cowok tadi godain dia. Edi pun bercerita kalau banyak sekali cowok-cowok di sekolah yang suka sama dia. Tapi gak ada satu pun yang bisa menggaet dia. Sejak saat itu aku menjadi penggemar rahasianya. Karena aku dan Mita lain kelas jadinya aku jarang banget ketemu Mita. Terus terang aja aku suka sama dia tapi aku masih takut dan hanya bisa memendam rasa cintaku ma dia. (Bersambung)
Suatu hari aku yang sedang istirahat sengaja menghindar dari Edi. Kebetulan aku belum kelar ngerjain tugas jadi kutolak ajakan Edi. Aku yang saat itu sedang males ke kantin hanya duduk sambil ngerjain tugasku. Tapi karena di depan kelasku banyak anak yang nongkrong rame jadinya aku gak bisa konsentrasi. Akhirnya selesai juga tugasku. Istirahat masih tersisa sekitar 10 menit, aku pun bergegas keluar dari kelas. Di depan kelas gak ada temen sekelasku, yang ada hanya cewek-cewek dari kelas I B ma temen cowoknya yang sedang bergurau. Tiba-tiba aku memperhatikan seorang cowok yang sedang bergurau ma temennya tapi sepertinya gurauan itu terlalu buat aku. Si cowok tu pura-pura jatuh dan mencium salah satu cewek yang duduk di teras depan kelasku itu. Mataku pun tertuju pada cewek tersebut. Karena dianggap tu gak sengaja dia pun hanya diam dan tersenyum. Aku pun lantas menatapnya, sampai akhirnya ada temenku yang mengagetkan aku. Rupanya itu Edi yang datang senyum-senyum. Akhirnya aku dan Edi ngobrol sejenak hingga bel berbunyi tanda waktu istirahat telah habis. Entah mengapa pada waktu pelajaran aku gak konsentrasi sama sekali. Aku teringat terus wajah cewek tadi. Tak terasa bel berbunyi tanda sudah waktunya pulang. Akupun bergegas merapikan bukuku dan memasukkannya kedalam tasku.
Seperti biasa aku pulang ma Edi sambil berjalan pulang aku pun ngobrol dan bercerita tentang kejadian waktu istirahat tadi. aku bertanya ma Edi tentang cewek tadi. Edi pun ngasih tau aku namanya Mita. Dia adalah cewek idola di sekolah. Memang wajar kalau dia jadi idola, parasnya yang cantik, tinggi, body yang ramping, kulit putih dan rambut sebahu. Pantas aja cowok-cowok tadi godain dia. Edi pun bercerita kalau banyak sekali cowok-cowok di sekolah yang suka sama dia. Tapi gak ada satu pun yang bisa menggaet dia. Sejak saat itu aku menjadi penggemar rahasianya. Karena aku dan Mita lain kelas jadinya aku jarang banget ketemu Mita. Terus terang aja aku suka sama dia tapi aku masih takut dan hanya bisa memendam rasa cintaku ma dia. (Bersambung)
